Wednesday, August 26, 2015

Menikmati Senja dari Bukit Parangndog



Assalamu’alaikum, wr,wb.

Di sebelah timur Pantai Parangtritis terdapat bukit yang cocok digunakan untuk melihat pemandangan pantai selatan dari atas ketinggian dan menikmati senja pantai selatan. Bukit yang berada diujung sebelah barat pegunungan seribu ini bernama bukit Parangndog.
Bukit ini terletak di Desa Girijati, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul. Dan berada di sebelah timur-selatan Pantai Parangtritis, tempat ini biasanya digunakan untuk olahraga paralayang.
Waktu yang ditempuh dari tempat saya mencapai 29 menit, 17 km-via jalan Parangtritis.
Untuk menuju ke bukit Parangndog ini bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda motor atau mobil asal bisa melewati  jalan yang bertanjakan tajam itu. Jalan ada yang beraspal, juga ada yang berbeton loh. Jalanannya terus tanjak-menanjak, jadi pastinya selalu waspada kalau saja nanti melorot, pokoknya rem dan gas terus siap siaga. Akhrinya sampailah di tempat parkir, motor sebaiknya diparkirkan saja untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Lalu kami berlanjut berjalan kaki ke puncak bukit yang terdapat disebelahnya.



Perjalanan menyusuri tangga naik cukup singkat kok, jadi nggak usah takut jauh, toh kalaupun jauh, harus tetep berjuang demi menikmati pemandangan senja kala itu. Di puncak ini sudah lama dibangun landasan dari beton. Sayangnya saat itu saya tidak menemui aktifitas paralayang itu.

Pemandangan dari tempat ini cukup indah karena berada diatas ketinggian sehingga terlihat luasnya lautan Samudra Hindia dan pemandangan  alam disekitar kawasan pantai Parangtritis.
Sewaktu saya kesana, banyak sekali pengunjung yang sepertinya sedang menunggu-nunggu senja menghampiri. Banyak dari mereka yang menikmatinya dengan berfoto maupun hanya duduk santai. Sepertinya Parangndog ini sudah banyak yang tahu. Menjelang senja, malah banyak pengunjung yang datang, saya kira malah semakin sedikit. Eh malah ramai.. yasudahlah :D

Cuaca bagus menjadi harapan agar para pengunjung yang sudah bersusah-susah menuju tempat ini dapat menikmati senja dan menyaksikan matahari terbenam dengan sempurna. Saya bersegera mengambil tempat yang nyaman buat duduk sambil menikmati senja sore itu, dan paling utama tak lupa kamera harus siap siaga ikut mengabadikan panorama senja kala itu. Tapi berhubung  cuaca memang rada mendung, alhasil beginilah pemandangan senja yang saya saksikan kala itu. 
Tapi tetap saja saya masih dibuat takjub oleh pemandangan senja itu. 
Benar-benar indah. hihihi sudah dulu yaa, jangan kangen … tunggu coretan petualangan saya selanjutnya…hehehe
 wassalamu’alaikum, wr.wb.

Fenomena Gumuk Pasir Parangtriti

Assalamu’alaikum, wr.wb.

Padang pasirnya Yogyakarta, yaa ini dia si Gumuk Pasir atau Gundukan Pasir nan indah ini. Banyak orang yang baru dengar ada gumuk pasir di Parangkusumo ini. Karena fenomena alam ini juga tidak begitu dipahami oleh masyarakat sekitar.
Lokasi Gumuk Pasir Parangkusumo berada di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Akses untuk sampai ke Gumuk Pasirnya ini bisa dari kota Yogyakarta ke arah selatan menuju jalan Parangtritis dan lurus saja hingga anda bertemu loket masuk Pantai Parangtritis. Sebelum loket tersebut terdapat belokan ke arah kanan dan ikuti belokan tersebut hingga bertemu loket pembayaran masuk Pantai Depok. Sebelum loket masuk Pantai depok akan terdapat belokan ke arah kiri, ambil belokan tersebut dan lurus saja maka anda akan menemukan Gumuk Pasir Parangkusumo.

Padang pasir ini berada di antara Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Padang pasir hanyalah sebutan saja, namun masyarakat yang mengetahui adanya fenomena ini, mereka terbiasa menyebutnya Gumuk Pasir.

Harga tiket masuk Gumuk Pasir ini sepertinya bayar, tapi waktu itu saya hanya bayar parker saja sejumlah Rp. 2000,- Oiya kalau ada yang mau mencoba permainan sandboarding bisa menyewa perlengkapan disitu dan sudah disediakan peralatannya seperti pelindung helm, siku, dan lutut.

Menurut info dari beberapa sumber, proses terjadinya gurun pasir ini karena adanya Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Kali Opak, Kali Progo dan Pantai Parangtritis. Gundukan pasir yang mengumpul merupakan material yang berasal dari abu vulkanik gunung yang terbawa oleh aliran Sungai Opak, Sungai Progo dan sungai-sungai lainnya hingga sampailah ke Pantai Parangtritis. Kemudian material vulkanik tersebut terombang-ambing oleh ombak yang terkikis dan berubah menjadi debu-debu halus yang akhirnya sampai ke tepi pantai dan dengan mudah dapat berterbangan. Karena proses yang secara terus-menerus, sampailah akhrinya terbentuk gunduan pasir yang terkumpul di daratan sepanjang pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Dan akhrinya semakin melebar pua, oleh terpaan angin secara terus-menerus.
Tempat ini dijadikan sebagai tempat manasik haji, karena serasa benar-benar sedang berada di padang pasir di Mekah. Ada pula tempat ini sering dijadikan sebagai ajang berfoto ria, ya fotografilah, pengambilan gambar untuk preweddinglah, dsb.

Yaa sementara itu saja yang dapat saya info kan mengenai Gumuk Pasir di desa Parangtritis ini. Sekian, Wassalamu’alaikum, wr.wb.









Diam-Diam Bejat



Assalamu’alaikum, wrb.wb.
Media Sosial memanglah menjadi sebuah tren di dalam keseharian masyarakat. Mulai dari facebook, twitter, path, dll. Semua itu tak lepas dari alat elektroniklah, komunikasilah, apapun itu sejenisnya. Pastinya alat itu semua juga sudah mendunia kan. Dari anak-anak sampai kakek-nenek semuanya sudah mengenal itu. Misalnya Hand Phone. Saat ini hand phone sudah menjadi kantong sakunya para masyarakat dunia. Nah itu semua ada sangkut-pautnya dengan cerita yang akan saya bagikan berikut…
Facebook…yah facebook menurut saya saat ini sudah semakin menjadi ocehan para anak-anak maupun kaum dewasa. Langsung aja gini nih ceritanya..
Sewaktu teman saya lagi doyan-doyannya nggegunain facebook, dia tiap hari ada aja yang di update, yaa statuslah, yaa menggunggah fotolah, dan lain sebagainya…
Hingga ada suatu perkumpulan komunitas di facebook yang dijadiin satu dalam suatu wadah yaitu grup namanya. Teman saya gabung disuatu grup itu. Grup itu berisi tentang perkumpulan anak remaja yang seangkatan dan menginfokan tentang perguruan tinggi negeri. Nah karna grup itu lagi gencar-gencarnya beritain atau ngebagiin info  tentang masuknya ke perguruan itu, yaa otomatis teman saya ikut andil dalam bertanya dan membagikan info juga.
Hingga pada suatu hari ada seseorang mengepostkan materi dan soal-soal untuk dipelajari bersama dan lebih lanjut bisa meminta materi dan soal tersebut dengan melalui email atau personal message ke facebook orang yang mengepost itu.
Nah teman saya langsung saja karena belum di post di grup, dia langsung meminta langsung via personal message ke FB orang itu. Dan langsunglah ditanggapi oleh orang itu. Orang itu bilang akan mengirimkan soal melalui personal message tersebut. Tetapi ditunggu beberapi hari masih belum dikirim juga. Teman saya menunggu-nunggu terus. Tapi karna nggak terlalu berharap mendapatkan soal dan materi tersebut, jadi teman saya bawa slow saja.
Hingga suatu hari orang itu malah nggak ngirimin soal, eh malah ngajak ngebahas yang lain. Hingga teman saya lama-lama dekat dengan orang itu. Mereka hanya dekat sebagai teman. Kadang teman saya meminta pendapat dan tanya tentang perguruan tinggi negeri. Soalnya orang yang sekarang sudah dekat dengan teman saya itu ternyata sudah diterima di PTN di Jakarta.
Selang beberapa hari si orang itu masukin teman saya di grup whatsaap yang di admini oleh orang itu sendiri. Grup itu supaya lebih dekat menjaring para teman yang seangkatan agar turut andil dalam meramaikan dan berjuang bareng-bareng karena grup itu tujuan awalnya untuk berbagi soal dan jawaban. Tapi kenyataannya tidak. Grup itu memang kadang untuk berbagi soal dan jawaban, tapi sering sekali grup itu disalah gunakan hanya untuk curhat-curhat yang nggak penting.
Teman saya masih saja terus dan terus ikut ngegubris di grup itu. Yaa salah siapa grup itu juga jadi bahan ajang mencari jodoh. Karna grup itu juga mereka belum saling mengenal maupun tatap muka langsung, jadi mereka tak ada takut-takutnya kalau asal ngomong di media whatsaap dan apapun itu. Mereka hanya mencari sensasi dan teman saja. Tak ada yang terlalu mereka hiraukan, yang mereka inginkan hanya keberhasilan dalam memasuki Perguruan Tinggi Negeri.
Detik demi detik, hari demi hari, hari dimana mereka harus bertempur menghadapi ujian tulis memasuki perguruan tinggi negeri pun dimulai….
Tiba pengumuman pun muncul. Tak banyak dari teman grup di whatsaap teman saya itu banyak yang diterima, dan banyak pula yang nggak diterima. Alhasil teman saya juga nggak diterima… Menurut saya sih, cara yang dilakuin oleh teman saya belum terlalu ada gunanya. Chattingan dengan orang yang dia kenal, dan sedikit sekali dalam berbagi soal juga jawaban, itu tak membuahkan hasil sama sekali buat teman saya. Hingga suatu teman saya sadar dan tidak terlalu ikut andil dalam meramaikan grup itu.
Dan hingga pada suatu hari teman saya selalu di chat sama orang yang nggak dikenal via whatsaap maupun sms. Yaa siapa lagi kalau bukan anggota grup whatsaap itu. Tiap hari selalu ada chat dari anggota-anggota itu. Tak banyak dari mereka yang ngebahas tentang kelanjutan studi. Kebanyakan dari mereka malah membahas hal yang sangat pribadi. Misalnya soal asmara. Menurut saya sih hal itu semakin tidak ada gunanya.. Bisa bayangin ngomongin soal asmara dengan orang yang nggak pernah ditemuinya secara langsung itu gimana kan…
Tapi positifnya adalah mereka masih membahas dalam batas kewajaran. Banyak curhat, tapi yang memberikan solusi juga banyak. Jadi belum ada masalah…
Tapinya lagi adalah… Suatu hari teman saya di chat dengan orang yang udah masukin dia di grup whatsaap itu. Begini sajalah, biar gampang orang itu saya beri inisial M.
Awalnya sih chattingannya biasa aja. Ngebahas hal-hal yang wajar dan positif.
Tapi berbulan-bulan kemudian si M itu datang dengan perkataan yang diluar kesadaran teman saya. Bisa bayangin lagi gimana kalau kalian dinyatain cinta dengan orang yang nggak pernah dilihat maupun ditemui langsung, tapi udah gitu aja dianya pede langsung ungkapin cinta. Dan bisa-bisanya si M bisa ada perasaan setelah sekian lama, mereka tidak salin chattingan lagi. Gimana bisa coba? Saya berpikir juga itu mustahil kalau nggak ada niat yang terselubung. Jelas teman saya nggak bakal terima cintanya dong…
Si M itu sih katanya baik, peduli kalau sama cewek, suka ngebantu orang tua, pinter, pokoknya nggak aneh-aneh katanya…
Tapi siapa sangka dan nggak disangka-sangka… suatu hari dia datang dan ngechat lalu ngajak in kalau mau nggak dia temenin temen saya itu dalam satu malam. Temen saya kaget dan bingung. Lalu dia jawab, maksudnya apa? Lalu Si M jawab “kamu mau nggak berhubungan kayak suami istri itu sama aku, Cuma dalam satu malam ini kok”. Spontan temen saya langsung nolak dan saranin temen saya supaya sadar. Tapi lalu apa yang terjadi? Teman saya diancam kalau nggak mau  nurutin apa kata si M, dia bakal sebarin kata-kata screenshotan yang berisi kata-kata senonoh yang beratas namakan temen saya. Yaa langsung aja teman saya ketakutan dan marah-marahin si M itu. Dia bertanya kenapa bisa si M merekayasa seperti itu. Lalu si M menjawab, ternyata dia mempunyai akun whatsaap 2. Dan gampang saja merekayasa korbannya seperti itu. Misalnya akun yang satu berinama nama teman saya, trus yang satu tetap nama si M nya itu. Benar-benar diluar dugaan teman saya. Teman saya menasehati si M itu tapi malah si M semakin marah karena tidak mau menemaninya dalam satu malam itu. Lebih parahnya lagi temen saya disuruh telanjang dan difoto lalu dikirim ke si M tersebut. Jelas nafsu yang benar-benar bejat dan tidak tahu tata norma agama. Lebih bahayanya lagi, si M akan menyebarkan screeshotan tersebut ke facebook dan menandai facebook teman saya. Spontan teman saya langsung memblokir akun facebook si M, dan akan menghapus semua hal yang bersangkutan dengan si M. karena takut juga, semua percakapan dengan si M di whatsaap langsung dihapus, padahal itu semua bisa menjadi bukti kalau nanti si M benar-benar nekat mencemarkan nama baik teman saya di FB dan akan melaporkan kepihak berwajib. Tapi karna nggak berpikir sampai segitu, yaa gimana lagi. Nasi udah menjadi bubur. Sekarang teman saya hanya bisa mendoakan semoga orang seperti itu bisa cepat-cepat sadar dan kalau perlu diberi hidayah sebesar-besarnya.
Dan bagi para pecinta media sosial harap tetap hati-hati dimanapun dan kapanpun itu. Bisa jadi anda menjadi korbannya. Jangan terlalu terbuka ke media sosial dan jangan gampang terpengaruh maupun gampang dekat dengan orang yang belum pernah ditemui.
Semoga menginspirasi.
Wassalamu’alaikum, wr,wb.

Monday, August 17, 2015

Findia Prisilia "Pilih Kasih" (Part 1)



Perkenalkan nama lengkapku adalah Findia Prisilia. Aku orangnya asik, pendiem kalau gak diajak  ngomong, crewet kalau ngomongin orang, jail kalau mulai dijailin, manja kalau lagi badmood, dan sebagainyaaaa… ^_^

Okedeh mulai aja ya critanya, kali ini aku mau critain hal-hal sewaktu aku masih kecil banget, yaaa kalau gak salah sih aku masih umur 4 tahunan.
Udah dari kecil kan aku tinggal dirumah kakek dan nenekku.

Gini nih waktu itu kan pendiem banget, sama sepupu aku yang namanya Dinda aja aku kalah crewet. Dinda tuh orangnya crewet, agak gendut, galak, gembeng, manja tapi lumayan manis sih. Dia itu adiknya ibuk ku. Aku sama dia selisih kira-kira 1 tahun. Gak tau kenapa setiap aku tinggal sama nenek juga kakek aku tuh, aku nyaman, tentram tapi rada tertekan kalau aku sama sepupu aku Dinda, lagi pengen barang apa barang ini. Semuanya serba pilih kasih, kadang aku yang terus dan terus selalu mengalah. Ibuk  aku aja kadang belain dia, Cuma nenek aku yang selalu belain aku, walau kadang ini menyakitkan, tapi kan yaa kalau anak kecil semuanya serba polos. Aku sih diem-diem aja, aku gak mau ribut hanya karna hal-hal sepele. Cuma hal-hal kayak gitu alhamdullillah gak selamanya terjadi. Kali ini ibuku membelaku, sampai pada suatu hari ketika aku sedang menemani ibuku menyetlika, sepupuku Dinda menghampiriku dan ibuku. Aku gak nyangka kalau ibuku tega sama adiknya sendiri. Yaa masak sih adiknya sendiri mau di slomot pake setlika?!? Giila apa gila coba????

Aku kaget pas ibuku kayak gitu sama adiknya sendiri. Dinda langsung lari terbirit-birit ke dapur mencari ibunya yang gak lain adalah nenekku. Dia nangis sekencang-kencangnya, dia ngadu sama nenek. Ibuku langsung dimarahin abiss. Aku hanya diem terus, biasa lah aku tipe orang yang gak mau ikut campur. Ibuku hanya diam saja,mungkin batinnya cuma iseng-iseng aja. Soalnya sampai sekarang ibuku pernah ngomong kalau dulu dia gak suka punya adik lagi apalagi adik perempuan. Ya pantesan aja ibu nglakuin itu.
Ya mungkin ini hanya sepenggal kisahku. Tunggu kisah-kisah lain dariku...