Monday, August 17, 2015

Findia Prisilia "Pilih Kasih" (Part 1)



Perkenalkan nama lengkapku adalah Findia Prisilia. Aku orangnya asik, pendiem kalau gak diajak  ngomong, crewet kalau ngomongin orang, jail kalau mulai dijailin, manja kalau lagi badmood, dan sebagainyaaaa… ^_^

Okedeh mulai aja ya critanya, kali ini aku mau critain hal-hal sewaktu aku masih kecil banget, yaaa kalau gak salah sih aku masih umur 4 tahunan.
Udah dari kecil kan aku tinggal dirumah kakek dan nenekku.

Gini nih waktu itu kan pendiem banget, sama sepupu aku yang namanya Dinda aja aku kalah crewet. Dinda tuh orangnya crewet, agak gendut, galak, gembeng, manja tapi lumayan manis sih. Dia itu adiknya ibuk ku. Aku sama dia selisih kira-kira 1 tahun. Gak tau kenapa setiap aku tinggal sama nenek juga kakek aku tuh, aku nyaman, tentram tapi rada tertekan kalau aku sama sepupu aku Dinda, lagi pengen barang apa barang ini. Semuanya serba pilih kasih, kadang aku yang terus dan terus selalu mengalah. Ibuk  aku aja kadang belain dia, Cuma nenek aku yang selalu belain aku, walau kadang ini menyakitkan, tapi kan yaa kalau anak kecil semuanya serba polos. Aku sih diem-diem aja, aku gak mau ribut hanya karna hal-hal sepele. Cuma hal-hal kayak gitu alhamdullillah gak selamanya terjadi. Kali ini ibuku membelaku, sampai pada suatu hari ketika aku sedang menemani ibuku menyetlika, sepupuku Dinda menghampiriku dan ibuku. Aku gak nyangka kalau ibuku tega sama adiknya sendiri. Yaa masak sih adiknya sendiri mau di slomot pake setlika?!? Giila apa gila coba????

Aku kaget pas ibuku kayak gitu sama adiknya sendiri. Dinda langsung lari terbirit-birit ke dapur mencari ibunya yang gak lain adalah nenekku. Dia nangis sekencang-kencangnya, dia ngadu sama nenek. Ibuku langsung dimarahin abiss. Aku hanya diem terus, biasa lah aku tipe orang yang gak mau ikut campur. Ibuku hanya diam saja,mungkin batinnya cuma iseng-iseng aja. Soalnya sampai sekarang ibuku pernah ngomong kalau dulu dia gak suka punya adik lagi apalagi adik perempuan. Ya pantesan aja ibu nglakuin itu.
Ya mungkin ini hanya sepenggal kisahku. Tunggu kisah-kisah lain dariku...

No comments:

Post a Comment