Thursday, December 18, 2014

MAKALAH : HUBUNGAN TIMBAL-BALIK ANTARA LINGKUNGAN PENDIDIKAN

Untuk Memenuhi Tugas Pengantar Pendidikan yang Diampu oleh Ibu Heri Maria Zulfiati, M.Pd



Disusun oleh 

Rosyana Astri Astari (2014015200)
Sirajudin Wahyudi (2014015211)
Fala Tantina Kusumastuti (2014015218)
Ikarihayati (2014015224)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA YOGYAKARTA
2014/2015



KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga Makalah Pengantar Pendidikan yang berjudul Hubungan Timbal Balik Antara Lingkungan Pendidikan dapat terselesaikan dengan baik.
Adapun disini penulis akan menguraikan tentang pengertian lingkungan pendidikan, pengertian tri pusat pendidikan, fungsi lingkungan pendidikan, pengaruh keluarga terhadap sekolah dan masyarakat, pengaruh sekolah terhadap keluarga dan masyarakat, serta pengaruh masyarakat terhadap keluarga dan sekolah.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih ada kekurangan dan memerlukan  perbaikan. Oleh sebab itu, penulis menerima kritik dan saran yang bersifat membangun untuk lebih sempurnanya makalah ini. Atas kritik dan saran yang diberikan, penulis mengucapkan terima kasih dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.




Yogyakarta,  10  September 2014


                                Penulis



DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL......................................................................................        i
KATA PENGANTAR....................................................................................       ii
DAFTAR ISI..................................................................................................       iii
BAB I PENDAHULUAN..............................................................................        1
A.    Latar Belakang ..............................................................................................        1
B.     Rumusan Masalah..........................................................................................        2
BAB II PEMBAHASAN ..............................................................................        3
A.    Pengertian Lingkungan Pendidikan...............................................................        3
B.     Fungsi Lingkungan Pendidikan Terhadap Proses Pendidikan Manusia........       5 
C.     Hubungan Timbal Balik Antara Lingkungan Pendidikan..............................       6
BAB III PENUTUP........................................................................................      12
A.    Simpulan.........................................................................................................      12
B.     Saran...............................................................................................................      12
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................      13




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Secara historis pendidikan dalam arti luas telah mulai dilaksanakan sejak manusia berada dimuka bumi. Seiring perkembangan peradaban manusia, berkembang pula isi dan bentuk termasuk perkembangan penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan  pada dasarnya adalah proses komunikasi yang didalamnya mengandung transformasi pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan-keterampilan, didalam dan diluar sekolah yang berlangsung sepanjang hayat dari generasi ke generasi. Pendidikan sangat bermakna bagi kehidupan individu, masyarakat dan suatu bangsa.
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Disisi lain proses perkembangan dan pendidikan manusia tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan formal (sekolah) saja. Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Ketiga lingkungan itu sering disebut sebagai tripusat pendidikan.
Proses perkembangan pendidikan manusia untuk mencapai hasil yang maksimal tidak hanya tergantung tentang bagaimana sistem pendidikan formal dijalankan. Namun juga tergantung pada lingkungan pendidikan yang berada di luar lingkungan formal.

B.  Rumusan Masalah

1.      Bagaimana pengaruh keluarga terhadap sekolah dan masyarakat?
2.      Bagaimana pengaruh sekolah terhadap keluarga dan masyarakat?
3.      Bagaimana pengaruh masyarakat terhadap keluarga dan sekolah?

BAB II
PEMBAHASAN

A.                Pengertian Lingkungan Pendidikan
Lingkungan pendidikan pada hakikatnya merupakan sesuatu yang ada diluar diri individu, walaupun ada juga yang mengatakan bahwa ada lingkungan yang terdapat dalam individu. Lingkungan pendidikan meliputi :
1.    Lingkungan phisik (keadaan iklim, keadaan alam).
2.    Lingkungan budaya (bahasa, seni, ekonomi, politik, pandangan hidup, keagamaan dan lainnya).
3.    Lingkungan sosial/ masyarakat (keluarga, kelompok bermain, organisasi).
Ki Hajar Dewantara mengemukakan istilah Tri Pusat Pendidikan yang berisi :
1.      Lingkungan Pendidikan Keluarga
Menurut Ki Hajar Dewantara, suasana kehidupan keluarga merupakan tempat yang sebaik-baiknya untuk melakukan pendidikan individual maupun pendidikan sosial. Peran orang tua dalam keluarga sebagai penuntun, pengajar, dan pemberi contoh.
Lingkungan keluarga merupakan pusat pendidikan yang penting dan menentukan, karena itu tugas keluarga adalah mendidik anak-anaknya dengan optimal. Anak-anak yang biasa turut serta mengerjakan segala pekerjaan didalam keluarga, dengan sendirinya berfaedah bagi pendidikan watak dan budi pekerti seperti kejujuran, keberanian, ketenangan, dan sebagainya. Keluarga juga membina dan mengembangkan perasaan sosial anak seperti hidup hemat, menghargai kebenaran, tenggang rasa, menolong orang lain, hidup damai, dan sebagainya.

2.      Lingkungan Pendidikan Sekolah
Sekolah merupakan sarana yang secara sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan. Seiring perkembangan zaman, keluarga tidak mungkin lagi memenuhi seluruh kebutuhan dan aspirasi generasi muda terhadap iptek. Semakin maju suatu masyaraka,t semakin penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk dalam proses pembangunan masyarakat itu.
Dengan kata lain, sekolah sebagai pusat pendidikan adalah sekolah yang mencerminkan masyarakat yang maju karena pemanfaatan secara optimal ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap berpijak pada ciri keIndonesiaan. Dengan demikian, pendidikan di sekolah seyogianya secara seimbang dan serasi menjamah aspek pembudayaan, penguasaan pengetahuan, dan pemilikan keterampilan peserta didik.

3.      Lingkungan Pendidikan Masyarakat
Kaitan antara masyarakat dan pendidikan dapat ditinjau dari tiga segi, yakni:
a. Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan, baik yang dilembagakan (jalur sekolah dan jalur luar sekolah) maupun yang tidak dilembagakan (jalur luar sekolah).
b. Lembaga-lembaga kemasyarakatan dan/atau kelompok sosial di masyarakat, baik langsung maupun tak langsung, ikut mempunyai peran dan fungsi edukatif.
c. Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang (by design) maupun yang dimanfaatkan (utility). Manusia dalam bekerja dan hidup sehari-hari akan selalu berupaya memperoleh manfaat dari pengalaman hidupnya itu untuk meningkatkan dirinya. Dengan kata lain, manusia berusaha
mendidik dirinya sendiri dengan memanfaatkan sumber-sumber belajar yang tersedia dimasyarakatnya dalam bekerja, bergaul, dan sebagainya.

B.            Fungsi Lingkungan Pendidikan Terhadap Proses Pendidikan Manusia
Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya, utamanya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Terdapat hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi antara lingkungan yang satu dengan lingkungan yang lain.
Lingkungan keluarga sebagai dasar pembentukan sikap dan sifat manusia. Lingkungan sekolah sebagai bekal keterampilan dan ilmu pengetahuan, sedangkan lingkungan masyarakat merupakan tempat praktek dari bekal yang diperoleh dikeluarga dan sekolah sekaligus sebagai tempat pengembangan kemampuan diri.

C.   Hubungan Timbal Balik Antara Lingkungan Pendidikan
1.        Pengaruh Keluarga terhadap Sekolah dan Masyarakat
Keluarga sebagai satuan organisasi terkecil di masyarakat mendapat peranan sangat penting karena membentuk kepribadian dan watak anggota keluarganya. Sedangkan masyarakat terdiri dari keluarga-keluarga. Dari satuan terkecil itu terbentuklah gagasan untuk terus mewariskan standar watak dan kepribadian yang baik dan diakui oleh semua golongan masyarakat, salah satu institusi yang mewarisakan kepribadian dan watak kepada masyarakat adalah sekolah.  Sekolah tidak akan terus berdiri jika tidak di dukung oleh masyarakat, maka dari itu kedua sistem sosial ini saling mendukung dan melengkapi. terbentuk perubahan sosial
Sebagai salah satu wujud sekolah sebagai bagian dari masyarakat maka terbentuklah sekolah masyarakat (community school). Sekolah ini bersifat life centered. Yang menjadi pokok pelajaran adalah kebutuhan manusia, masalah- masalah dan proses-proses sosial dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan dalam masyarakat. Masyarakat dipandang sebagai laboratorium dimana anak belajar, menyelidiki dan turut serta dalam usaha-usaha masyarakat yang mengandung unsur pendidikan.
Menurut Oqbum fungsi keluarga itu adalah sebagai berikut :
1.                  Fungsi kasih sayang
2.                  Fungsi ekonomi
3.                  Fungsi pendidikan
4.                  Fungsi perlindungan/penjagaan
5.                  Fungsi rekreasi
6.                  Fungsi status keluarga
7.                  Fungsi agama

2.        Pengaruh Sekolah terhadap Keluarga dan Masyarakat
Semakin luas penyebaran produk sekolah yang diikuti peningkatan kualitas akan membawa pengaruh positif bagi perkembangan masyarakat. Sekolah merupakan lembaga investasi manusiawi. Manusia adalah subyek perubahan, perkembangan, dan kemajuan sehingga kualitas manusia berpengaruh dalam memajukan segi-segi kehidupannya.
Pengaruh pendidikan sekolah terhadap perkembangan masyarakat, yaitu:
a)              Mencerdaskan kehidupan masyarakat
Andil lembaga persekolahan dalam peningkatan kecerdasan anak didiknya dipandang sebagai kontribusi pendidikan persekolahan didalam mencerdaskan kehidupan masyarakat atau bangsa.
Tingkatan kecerdasan masyarakat menentukan ketepatan dan kecepatan penyelesaian masalah dan tantangan kehidupan. Masyarakat yang memiliki kecerdasan memadai akan menyelesaikan masalah yang sulit dengan sederhana. Sebaliknya tanpa kecerdasan tinggi suatu tantangan atau masalah yang sederhana akan dihadapi sebagai sesuatu yang sulit.
b)             Membawa pengaruh pembaharuan bagi perkembangan masyarakat
Pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi disatu pihak dan masalah-masalah kehidupan dilain pihak, mendukung lahirnya pemikiran-pemikiran dan pengetahuan yang inovatif untuk dijadikan perbaikan kehidupan dimasyarakat.
Program pendidikan dipersekolahan selain menjamin upaya peningkatan kecerdasan juga mengupayakan transformasi dari pengetahuan, pemikiran, praktek-praktek baru yang fungsional dan relevan dengan jenis dan tingkatan dari masing-masing sekolah.
Isi atau arah program pendidikan yang demikian disebut sebagai transformasi pembaruan yang pada akhirnya akan berfungsi dan menjalar ditengah-tengah masyarakat.
c)          Mencetak warga masyarakat yang siap dan terbekali bagi kepentingan kerja    di lingkungan masyarakat.
Untuk terjun didunia kerja, seseorang memerlukan persiapan tertentu yang diperlukan oleh lapangan kerja. Kesiapan itu meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Hal tersebut tidak terlepas dari peran lembaga pendidikan (sekolah), kualitas, dan kuantitas sistem lembaga pemberi kerja dimasyarakat sedikit banyak dipengaruhi oleh produk-produk (output) sistem pendidikan persekolahan itu sendiri.
d)                  Melahirkan sikap-sikap positif dan konstruktif bagi warga masyarakat, sehingga  tercipta integrasi sosial yang harmonis ditengah-tengah masyarakat.
Sikap-sikap positif dan konstruktif yang diperlukan didalam hidup bernegara atau bermasyarakat ditanamkan sejak awal, yaitu di sekolah dasar sampai ketingkat perguruan tinggi. Orientasi tersebut senantiasa menjadi perhatian dari lembaga pendidikan formal (persekolahan). Hal ini berkaitan dengan falsafah hidup dari suatu bangsa atau masyarakat, yang sudah tentu mendambakan keharmonisan dan keutuhan (integrasi) sosial dari kehidupan berbangsa atau bernegara.
3.        Pengaruh Masyarakat terhadap Keluarga dan Sekolah
Masyarakat yang dimaksud adalah orang tua atau wali peserta didik, anggota keluarga yang lain atau semua orang yang tinggal disekitar lingkungan sekolah. Masyarakat merupakan tempat anak hidup dan belajar kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari baik dalam keluarga maupun di sekolah. Masyarakat sebagai lembaga pendidikan ketiga sesudah keluarga dan sekolah, mempunyai sifat dan fungsi yang berbeda. Setiap masyarakat memiliki karekteristik tersendiri dan memiliki norma-norma. Dimana norma-norma tersebut sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian warga dalam bertindak dan bersikap.
 Identitas dan perkembangan masyarakat tersebut sedikit banyak akan berpengaruh terdapat sekolah. Hal ini dikarenakan sekolah merupakan institusi yang dilahirkan dari, oleh dan untuk masyarakat.
Pengaruh identitas suatu masyarakat terhadap program-program pendidikan, dibuktikan dengan berbedanya orientasi dan tujuan pendidikan, misalnya kurikulum, yang dimana kurikulum ini selalu berubah-berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat.
ð  Pengaruh masyarakat terhadap proses pendidikan
Berlangsungnya proses pendidikan di sekolah tidak lepas dari pengaruh masyarakat, pengaruh masyarakat yang dimaksud adalah pengaruh sosial budaya dan partisipasinya. Pengaruh sosial budaya biasanya tercermin dalam proses belajar baik yang berkaitan dengan pola aktifitas pendidikan maupun anak didik di dalam proses pendidikan. Nilai sosial budaya masyarakat bisa menjadi penghambat dan pendukung terhadap proses pendidikan. Oleh karena itu usaha pembaharuan terhadap proses pendidikan disekolah, mesti memperhitungkan pengaruh sosial budaya dari masyarakat lingkungannya.
Pengaruh dan peranan masyarakat terhadap sekolah dapat kita simpulkan sebagai berikut:
1. Sebagai arah dalam menentukan tujuan.
2. Sebagai masukan dalam menentukan proses belajar-mengajar.
3. Sebagai sumber belajar.
4. Sebagai pemberi dana dan fasilitas lainnya.
5. Sebagai laboratorium guna pengembangan dan penelitian sekolah.

Penjelasan pengaruh masyarakat terhadap proses pendidikan :
a)    Pendidikan sebagai persiapan untuk hidup dimasyarakat
Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu hidup bersama dalam masyarakat. Hidup dimasyarakat merupakan manifestasi bakat sosial anak. Maka anak harus dipersiapkan oleh lembaga pendidikan untuk bisa hidup serasi dengan masyarakat.

b)   Pendidikan membina agen pembangunan masyarakat.
Pembangunan pada hakekatnya adalah suatu usaha untuk menjadikan masyarakat yang lebih maju. Jika masyarakat ingin menjadi agen bagi pembangunan, maka masyarakat itu akan bersifat statis. Sedangkan untuk mencetak individu yang bersifat statis dibutuhkan peran aktif pendidikan dalam mempersiapakan anak didiknya, yang mana kelak anak-anak harus dapat melaksanakan pembaharuan masyarakat bangsanya.

c)    Pendidikan dan kesadaran kebangsaan Indonesia.
Pendidikan di Indonesia harus mengobarkan semangat kebangsaan, cinta tanah air, serta menanamkan kesadaran kebangsaan kepada anak didik. Sebab apabila kesadaran ini tidak ditumbuhkan atau dipupuk maka generasi muda Indonesia akan terpecah-belah.
d)   Pendidikan dan pelestarian Pancasila.
Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia yang menjadi pandangan hidup warga Indonesia yang diwariskan oleh nenek moyang. Mengingat pancasila merupakan pandangan hidup maka kita harus menanamkan kepada generasi muda akan pentingnya nilai pancasila. Pelestarian nilai pancasila dapat dilakukan melalui jalur pendidikan meliputi pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan masyarakat; melalui jalur media massa dan jalur organisasi politik.

e)    Pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Pendidikan sangat erat kaitannya dengan terwujudnya masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Hal ini dibuktikan dalam UUD 1945 tentang tujuan dari pendidikan di Indonesia:
1).  Pasal yang terdapat didalam batang tubuh UUD 1945 yang mengatur tentang pendidikan pasal 31.
-   ayat 1 Setiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran.
- ayat 2 Pemerintah berusaha menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang diatur dengan undang-undang berdasarkan pasal ini. Disusunlah sebuah undang-undang organik yang mengatur pendidikan dan pengajaran Indonesia yaitu UU. No. 4 tahun 1950, No. 12 tahun 1954, yang disebut Undang-undang Pendidikan dan Pengajaran (UUDP).
2).  Pasal 3 dari UUDP menyebutkan bahwa tujuan pendidikan dan pengajaran nasional Indonesia adalah membentuk manusia sosial yang cukup dan warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab untuk kesejahteraan masyarakat masyarakat dan tanah air. Rumusan tujuan pendidikan itu terdiri atas dua bagain yaitu:
a.  Tujuan individual yaitu membentuk manusia susila yang cukup.
b. Tujuan kemasyarakatan yaitu membentuk warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat dan tanah air. Dengan demikian maka setiap warga negara Indonesia harus susila, cakap, demokratis dan bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat.

BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
Pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai pihak, khususnya keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai lingkungan pendidikan yang dikenal sebagai tripusat pendidikan. Fungsi dan peranan tripusat pendidikan itu, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama, merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan pendidikan yakni membangun manusia Indonesia seutuhnya serta menyiapkan sumber daya manusia pembangunan yang bermutu. Dengan demikian, pemenuhan fungsi dan peranan itu secara optimal merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan nasional.
B.    Saran
Dengan adanya tripusat pendidikan dan pengaruhnya diharapkan mampu meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.



DAFTAR PUSTAKA


Tim Dosen FIP – IKIP Malang. 2003. Pengantar Dasar-Dasar Pendidikan.Surabaya : Usaha Nasional
Burhanuddin, H. 2011. Pengantar Pedagogik:Dasar-dasar Ilmu Mendidik. Jakarta: PT Asdi Mahasatya
Tirtarahardja, Umar,  La sula. 2000. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Siswoyo, Dwi, dkk. 2011. Ilmu Pendidikan. Yogyakarta : UNY Press




No comments:

Post a Comment