Tuesday, January 27, 2015

Pandangan Pertama Sisie

Gadis manis bernama Sisie itu berkepribadian ceria. Dia remaja berumur 17 tahun. Dia sangat akrab jikalau dengan orang yang sudah dekat dan lama berteman dengannya. Jadi setiap ada orang baru yang masuk dalam hidupnya pasti dia masih kikuk dalam berinteraksi dan berbicara.Seperti biasa, setiap jam istirahat datang, Sisie pergi ke kantin untuk jajan. Tapi tidak ditemani oleh teman-temannya seperti biasa. Karna kebetulan teman-temannya banyak yang sudah membawa bekal makanan sendiri. Jadi terpaksa dia jajan ke kantin sendiri.Sesudah memesan makanan dan sudah melahapnya, segeralah dia kembali ke kelas. Di perjalanan dia tergesa-gesa karena tidak terbiasa jalan sendirian di sekolahan. 

Karena dia tipe orang yang pemalu pula. Karena tergesa-gesa *brrruuuukkk* tubuhnya menabrak sesosok cowokyang terlihat agak cuek. Dan Sisie jatuh dipelukan Cowok itu langsung berdiri dan menolong Sisie. “Kamu tidak apa-apa kan?”, kata cowok cuek itu. “Oh tidak, tidak apa-apa kok, makasih permisi dulu yaa”, jawab Sisie. Cowok itu pun tidak terlalu menghiraukan dan segera lanjut ke kelasnya.Soal asmara, Sisie cenderung cewek yang pendiam dan pemalu, jadi sampai umur 17 tahun dia belum pernah merasakan yang namanya pacaran walau banyak pula cowok-cowok yang naksir dengannya. Jadi watak Sisie yang cenderung pemalu tadi, akhirnya sendirilah dia sampai sekarang.Bel pulang sekolah pun berbunyi. Beruntung tak ada tugas kelompok maupun belajar kelompok dihari itu. Jadi langsunglah Sisie ke parkiran dan mengambil motornya lalu pulang.Sampai di tengah perjalanan pulang, scoopy Sisie tak sengaja menginjak paku. Alhasil kempeslah ban motor tersebut. Sialnya juga tak ada bengkel yang berada di sekitar tempat Sisie kebocoran. 

Nah, dari tempat yang searah dengan Sisie akan pulang tadi, datanglah sebuah motor dengan ditumpangi seorang cowok bertubuh tinggi itu.Terlihat dari jauh tadi Sisie menuntun motornya, dan padahal jarak antara sekolah dengan rumahnya cukup jauh. Menghubungi orang rumah pun pasti sama sekali percuma, karena ayah ibu Sisie masih sibuk bekerja.Melihat dari kejauhan kok merasa kasian kalau terlihat ada orang yang kesusahan, si cowok tadi langsung bergegas menolong Sisie. Tanpa bertanya nama, si cowok tadi langsung bertindak dan menawarkan bantuan apakah Sisie mau diboncengkan untuk pergi ke bengkel meminta bantuan dari tukang reparasi motornya. Tanpa berpikir panjang Sisie pun berkata “iya”, karena apaboleh buat dia juga bingung sekali mau digimanain motornya. Dikuncilah scoopy Sisie dan naiklah dia diboncengan motor si cowok tadi. Sisie merasa sangat beruntung ada orang yang mau menolongnya. 

Diperjalanan menuju bengkel Sisie mikir-mikir kok rasanya kayak kenal dengan cowok itu. Setelah dipikir-pikir panjang ternyata baru ingat kalau dia memang teman satu sekolahnya yang sudah menabraknya tadi istirahat.Merasa kebetulan bertemu dengan si cowok tersebut, Sisie langsung mengajak ngobrol dan bertanya apakah dia yang menabrak Sisie tadi istirahat. Si cowok langsung menengok kebelakang dan menatap wajah Sisie, dipandangi lumayan lama, beberapa detik gitu, dia terus ingat dan memang benar dia gadis yang ditabraknya saat istirahat tadi. Si cowok bertanya pada Sisie, “eh iya nama kamu siapa sih? Kita belum sempat berkenalan tadi”. Lalu Sisie menjawab “oo iya namaku Sisie, trus kamu sendiri?”“Namaku Digo”, jawab cowok tadi. Dalam batin Sisie, oh namanya Digo cowok yang udah nabrak aku tadi siang. 

Entah kenapa pula, jantung Sisie merasa berdebar saat si cowok yang bernama Digo itu berada di dekatnya, nggak hanya pas nolongin dia saat itu, tapi juga saat pertama dia menabraknya istirahat tadi. Jantung terasa mau copot melihat wajah si Digo. Apalagi ini, orang yang udah buat jantungnya mau copot itu, malah boncengin dia. Betapa kebetulan dan Sisie merasa ada yang beda dari biasanya. Hmmm entah apa itu, atau mungkin tentang soal asmara Sisie.Sampailah mereka di sebuah bengkel. Segera bergegas Digo langsung menggandeng tangan Sisie dan mengajaknya masuk ke bengkel itu. Sisie merasa tambah mau copot aja jantungnya. Seumur-umur baru sekali dia digandeng seorang cowok. *berbinar binarlah wajah manis Sisie* “Pak, ini motor teman saya kebocoran pas pulang sekolah tadi, bisa tolong diambilkan trus sekalian diservice disinikah?”, tanya Digo. “Oh bisa dek, dimana bocornya? Langsung saya hampiri dan bawa ke bengkel sekarang”. “Di jalan Pramuka no 23 pak”, jawab Digo.Setelah bermenit-menit hampir 1 jam Digo menemani Sisie di bengkel untuk menunggu ban motornya di benerin, akhirnya selesai juga. 

Mereka langsung pulang ke rumah masing-masing. Saat menuju motornya dan sudah mau menyalakan motornya Digo pun melambaikan tangannya dan bilang ‘dada’ dengan Sisie. Hati Sisie tambah berterbangan.Kembali saat perjalanan pulang menuju rumahnya, Sisie merasa gembira sekali, senyum-senyum seperti orang gila. Padahal jelas-jelas tadi ban motornya bocor, eh malah terlihat gembira. Iyaa jelas… Sisie gembira karna seorang cowok yang menolongnya tadi ternyata adalah cowok yang menabraknya saat istirahat tadi. Yang sudah membuat hati Sisie berdegup sampai-sampai mau copot.Sampai rumah Sisie tambah seperti orang gilaa… Selalu senyum sendiri, lagi apapun dan ngapain itu. Sampai-sampai ayah dan ibu Sisie bingung melihatnya, dan hanya memaklumi anaknya dan berpikir mungkin dia sedang jatuh cinta.Sosok Sisie kini menjadi periang, bukan menjadi Sisie yang pendiam lagi, malah sekarang Sisie menjadi cerewet. Maklumlah akibat dari pandangan pertama jatuh dipelukan Digo, cowok yang telah menabraknya istirahat lusa lalu. Kini itu semua merubah sifat  Sisie menjadi cewek periang.Jadi inti dari cerita pendek di atas adalah seseorang yang membuat kita menjadi lebih baik itu pantas untuk terus kita jaga.

 Janganlah kecewa jika orang yang sudah membuatmu kagum tadi menjadi berubah buat kita. Tetaplah ambil nilai positifnya. Seperti sikap Sisie kini yang sudah menjadi sosok yang periang. Jadilah sosok yang periang terus yaa jika orang yang kamu kagumi nanti berubah untukmu. *Sisie*

No comments:

Post a Comment