Tuesday, January 27, 2015

Cinta Tanpa Syarat

Hal tersulit dalam hidup adalah  bukanlah memilih namun bertahan pada pilihan…
Sedikit waktu mungkin sudah cukup untuk menentukan pilihan. Tapi…
Untuk bertahan pada pilihan tersebut mungkin harus menghabiskan waktu seumur hidup.

Menyambung cerita Doni dan Lisa dan hubungan mereka akhirnya pisah di tengah jalan. Seorang Doni yang masih mencintai dan menyayangi Lisa dan sampai saat ini Doni belum bisa melupakan luka yang telah Lisa gores di hati Doni. Hingga luka itu membuahkan trauma dalam untuk Doni. Dan sudah 3 tahun dia menjomblo karena masih trauma jikalau nanti menjalin hubungan dengan orang lain lagi.
Kini umur Doni 23 tahun. Usai lulus dari perguruan, Doni langsung mendaftar kerja di salah satu SMA Negeri di Yogyakarta. Dan akhirnya diterima mengajar di SMA N 10 Yogyakarta.
Sehari-hari Doni selalu disibukkan dengan mengajar, yaa walaupun belum full time bisa mengajar di sekolah. Doni kini mulai merasa kesepian. Merasa hidupnya benar-benar hampa, tak ada sosok wanita yang memberinya semangat dan support lagi.
Hingga suatu hari dia merasa mulai tertarik dengan seseorang. Seseorang itu hanya bertempat tinggal disekitar tempat tinggal Doni. Jadi setiap hari dia selalu berpapasan dan tak jarang mereka bertemu tak sengaja kalau berbelanja di warung. Itu membuat mereka saling sering usil satu sama lain. Mereka sebenarnya sudah kenal lama namun mereka kini mulai ada sesuatu, entah apa itu.
Doni sudah menyimpan nomer hp temannya itu juga sudah lama. Begitu pula temannya itu. Temannya itu bernama Lala. Hingga pada suatu hari Lala ingin meminta bantuan Doni untuk membantunya dalam mengerjakan tugas yang dikasih dosennya itu. Lala saat ini masih kuliah semester 3  jurusan Pendidikan IPA disalah satu Universitas Swasta di Yogyakarta. Lala meminta bantuan untuk mengajarkan membuat laporan. Dan laporan itu benar-benar harus dibuat dengan terjun langsung ke dunia persekolahan. Dan saat itu sosok Doni lah yang sedang dekat dengannya, dan tepat untuk dimintai bantuan.
Berawal dari lala meminta bantuan itu via sms kok makin lama makin ada aja pembahasan yang dibahas. Bukannya malah membahas tentang laporan itu, eh malah tentang hal lain-lainnya. Yaa curhatlah, sharinglah, dan apalah itu. Sampai mereka begitu sangat dekat dan suatu hari Doni mengajak Lala untuk pergi main ke sebuah tempat wisata, dan Lala pun mau. Tujuan utama Doni mengajak Lala adalah untuk membahas tugas Lala itu. Tapi di perjalanan mereka malah bahas yang bukan pada topik utamanya. Mereka membahas hubungan mereka satu sama lain. *OMG* Mereka malu-malu karna tidak biasa ngobrol tentang cinta secara langsung. Hingga tibalah di suatu tempat wisata itu. Doni membicarakan masalah serius dengan Lala. Dan apa yang mereka bahas? Iyaa tentang hubungan asmara yang kini sedang melanda mereka berdua. Mereka saat itu sedang dibuai asmara yang menggebu-nggebu. Dan akhirnya kini Doni sudah bisa move on dari Lisa mantan pacarnya. Kali ini Doni ingin benar-benar memulai hubungan serius lagi dengan seseorang yang sudah berhasil menghilangkan trauma masa lalunya itu.
Waktu itu pagi-pagi ditemani udara pagi yang masih lumayan dingin. Doni mengungkapkan isi hatinya terhadap Lala. Doni ingin menjadi pendamping untuk Lala. Lala terkejut dan speechless dengan pernyataan yang diungkapkan Doni saat itu. Dia berpikir apakah Doni benar-benar serius terhadap dirinya. Tapi tanpa berpikir panjang lagi, Lala menjawab dan jawabannya adalah dia menerima untuk jadi pendamping Doni. Lala sudah yakin kalau Doni memang benar-benar serius dengannya, karena mimik dan janji yang Doni ungkapan sangat meyakinkan.
Bahagialah mereka saat itu. Candu asmara yang semakin menggelora membuat mereka semakin betah saja di tempat yang indah saat itu.
Hingga tibalah pada suatu titik kebosanan pada setiap pasangan-pasangan umum biasanya. Tak kan ada suatu titik kebosanan dalam hubungan itu. Pasti akan ada dan akan dialami setiap pasangan. Janji-janji dan kata-kata manis yang selalu terucap di mulut maupun saat melalui via handphone. Kini hanya kenangan. Yang dulunya sering sekali berkata-kata manis kini mulai padam. Sosok Doni yang suka bercanda dan selalu menghibur Lala dikala sedih maupun senang, kini dia sering mudah marah-marah. Padahal Lala selalu menerima kekurangan Doni, tapi Doni selalu mengganggap apa-apa salah, itu salah, ini salah. Hingga akhirnya Lala tidak kuat dan meminta Doni untuk jujur apakah Doni masih mencintai Lala. Doni hanya menjawab iya. Tak ada kata-kata yang menjanjikan lagi untuk Lala. Apakah mungkin Doni mulai bosan  terhadap hubungannya. Kini Doni memang sedang sibuk-sibuknya dalam mengajar di sekolah. Maklumlah dia sudah menjadi guru tetap di tempat mengajarnya. Tapi kini membahas tentang hubungan Doni dan Lala malah semakin diujung tanduk. Dan apakah itu yang membuat sikap Doni berubah 180 derajat. Entahlah.. Yang jelas kini Lala hanya bisa bersabar dan menerima apa yang dikatakan Doni. Mungkin Doni hanya butuh waktu untuk sendiri dan menyelesaikan kesibukannya. Lala juga masih dalam tahap awal mengerjakan skripsi. Membuat hubungan mereka semakin renggang saja.
Tapi meskipun hal itu terjadi. Lala tetap konsisten terhadap perasaan dan janji yang dulu pernah diucapkan mereka berdua saat hubungan masih manis-manisnya. Lala tetap menunggu dan bersabar. Dia berusaha menerima sifat Doni yang mudah marah dan keras kepala maupun cuek. Lala terus hanya bisa bersabar dan menangisi setiap perlakuan dan sifat Doni yang sudah berubah itu.
Lala selalu mencintai Doni, tapi Doni hanya cuek saja… Selalu saja begitu kalau Doni sibuk. Main pun sekarang mereka tak pernah, apalagi bertemu. Itu sangat jarang sekali, padahal mereka berdekatan. Entah apa yang merasuki pikiran Doni. Mungkinkah kesibukannya membuatnya begini. Tapi tak seharusnya kesibukan membuat Lala menjadi pelampiasannya. Lala kini hanya bisa berdoa dan berusaha untuk hubungan mereka. Lala serahkan semua kepada Allah SWT. Kalaupun Doni jodoh Lala pasti juga akan seperti biasa lagi.

Inilah ungkapan yang di torehkan Lala untuk Doni…
Aku belajar untuk terus mencintaimu, hingga semakin lama kau buatku semakin benar-benar sangat mencintaimu. Tapi mengapa kini kau berubah. Kau bukanlah Doni yang aku kenal dulu. Doni yang selalu bercanda dan sabar terhadapku. Kini kamu menjadi sosok yang pemarah, pendendam, dan mulai lari dari janji.
Meski sikap kau sulit untuk kuterima saat ini, tapi aku tak ragu. Aku tetap akan menemanimu, menjaga cinta kita, agar janji dan komitmen kita dulu bisa tercapai kelak. Aku sudah terhipnotis olehmu, tentang semuanya darimu, dan terlebih tentang janji-janji kita yang tetap harus selalu kita perjuangkan. Semoga kamu tidak ingkar terhadap janji-janji dan komitmen itu.
Namun kini ku benar-benar ingin tahu hatimu.. Perasaan yang sebenarnya kau rasakan saat ini terhadapku. Mengapa kau buat aku merasa ragu lagi terhadapmu, apa ini yang kamu mau..jujurlah, karna kau yang telah mengajarkan arti kejujuran terhadapku. Aku wanita yang tak bisa mudah menggantimu.. Meski aku takut akan kelemahanmu, ku takkan lari karena cintaku sempurna. Cintaku tanpa syarat…


No comments:

Post a Comment